Kamis, 20 November 2014

prolog

Hi all!
Gue cuman mau kasih prolog (walopun ini post ke 2)
Intinya gue mau kasih salam..
Dan tolong terima gue sebagai admin blog ini dengan baik, walaupun cepat atau lambat kalian bakalan tau kejelekan gue.

Berhubung gue buat blog ini buat ngambil nilai.. jadi maap maap aja kalo isinya ngawur semua..

Selamat menikmati \>.</

ridle : sahabat pena

aku berlari menuju kamar temanku, dan ia tersenyum saat mendengar suara kedatanganku.
"gimana? apa udah dibales suratku?" tanyanya.
"udah nih! aku bacain ya!" jawabku. ia mengangguk dengan semangat. lalu mulai kubacakan kertas yang ada ditanganku ini. isinya sederhana, memberi dan menanyakan kabar diawal surat lalu menceritakan hal2 yang dialami oleh sang pengirim surat. temanku mendengarkannya dengan seksama. selesai membacakan surat kita membuat surat balasan.
setelah selesai temanku berkata "ohya! perangkonya masih ada kan? kalau habis bilang saja. biar kuminta ibu untuk membelikannya lagi"
aku menganggukan kepalaku walau yakin ia tidak menyadarinya.
ya, dijaman dengan teknologi canggih ini memang aneh jika memiliki 'sahabat pena'. tapi inilah kenyataannya. temanku mempunyai sahabat pena yang sangat akrab. ia selalu memberi tahu ku setiap surat dari sahabatnya itu tiba. hingga sampai temanku ini mengalami kecelakaan, kini aku yang membantunya menjawab surat2 itu.
seperti saat ini, ia tersenyum bahagia karena surat ini, namun tatapannya tetap kosong.
sedangkan aku hanya tersenyum sedih melihatnya dan kertas kosong ditanganku ini. ditambah lagi tumpukan surat lama dan perangko yang jumlahnya tidak berkurang sejak beberapa bulan lalu itu membuatku tidak tega untuk menceritakan kebenaran ini.

nb  : so? ada yang tau kenapa tokoh 'aku' merasa bersalah?